P: +62 21 5152894, 5152895, 5152902 sekretariat@apei.or.id

APEI Gelar Sharing Session Mengenal MSCI - Metodologi dan Pengaruhnya Pada Investor Institusi International

Thursday, 02 April 2026

JAKARTA, apei.or.id – Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) sukses menyelenggarakan acara Sharing Session bertajuk "Mengenal MSCI - Metodologi dan Pengaruhnya Pada Investor Institusi Internasional" pada Kamis, 2 April 2026. Acara yang berlangsung secara virtual melalui platform Zoom ini menghadirkan Poltak Hotradero, Advisor Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia, sebagai narasumber utama.

Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam bagi para anggota APEI dan pelaku pasar mengenai peran krusial indeks MSCI dalam mengarahkan aliran modal asing ke Indonesia.

Evolusi MSCI dan Standar Global

Dalam paparannya, Poltak menjelaskan sejarah panjang MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang kini telah menjadi entitas independen dan standar acuan utama bagi manajer investasi global. Selain indeks publik, MSCI kini juga merambah ke sektor investasi privat serta memperkuat fokus pada peringkat ESG (Environmental, Social, and Governance), langkah-langkah keberlanjutan, dan analisis perubahan iklim.

Pentingnya Metodologi Free Float dan Foreign Inclusion Factor

Salah satu poin utama yang dibahas adalah metodologi Global Investable Market Index (GIMI) yang menggunakan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float. Poltak menekankan bahwa MSCI sangat memperhatikan Foreign Inclusion Factor (FIF).

"Indeks ini sangat fokus pada perspektif investor internasional. Faktor-faktor seperti kepemilikan strategis, kepemilikan silang, hingga saham yang dimiliki oleh pejabat perusahaan atau dana pensiun internal dikecualikan dari perhitungan free float," ujar Poltak.

Posisi Indonesia di Mata Dunia: Peluang dan Risiko

Diskusi juga menyoroti sistem klasifikasi pasar. Saat ini, Indonesia berada dalam kategori Emerging Markets. Namun, Poltak memberikan catatan penting mengenai tantangan yang dihadapi:

  • Risiko Klasifikasi: Indonesia perlu terus melakukan reformasi pasar agar tetap kompetitif. Dibandingkan dengan Vietnam yang menargetkan masuk ke Emerging Markets pada 2030, Indonesia saat ini masih unggul dalam hal daya tarik investasi bagi institusi internasional.

  • Komposisi Indeks: Per November 2025, tercatat ada 83 perusahaan Indonesia yang masuk dalam pantauan pasar MSCI, dengan 21 perusahaan yang berhasil memenuhi kriteria standar.

  • Strategi Inklusi: Untuk meningkatkan bobot Indonesia dalam indeks global, diperlukan peningkatan transparansi (terutama kepemilikan di atas 1%), pendalaman pasar, serta ketersediaan instrumen lindung nilai (hedging) seperti derivatif.

Mendorong Aliran Dana Pensiun Global

Sebagai penutup, sesi ini mengupas bagaimana dana pensiun global mengalokasikan aset mereka. Dengan pertumbuhan ekonomi global yang moderat, manajer investasi dunia mencari diversifikasi di pasar negara berkembang yang memiliki transparansi tinggi.

Melalui kegiatan ini, APEI berharap para pelaku pasar dapat lebih proaktif dalam meningkatkan kualitas keterbukaan informasi dan infrastruktur pasar, guna memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi utama bagi investor institusi internasional.


Poltak Hotradero saat memaparkan materi pada Sharing Session APEI, 2 April 2026.


Antusiasme perwakilan Perusahaan Efek anggota APEI saat berdiskusi mengenai tantangan investasi institusi internasional dalam webinar Sharing Session APEI