P: +62 21 5152894, 5152895, 5152902 sekretariat@apei.or.id

Perkuat Sinergi Hadapi Regulasi PEKU dan MIKU, APEI dan AMII Sukses Gelar Seminar Bersama di Bursa Efek Indonesia

Kamis, 03 September 2026

JAKARTA, 3 September 2026 – Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) bersama Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) sukses menyelenggarakan seminar bersama bertajuk "Implementasi Ketentuan Kegiatan Usaha Perusahaan Efek dan Manajer Investasi: Tantangan, Peluang, dan Sinergi di Industri Pasar Modal". Acara ini berlangsung di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, dengan menghadirkan para regulator, pelaku industri pasar modal, perwakilan SRO, serta para anggota kedua asosiasi.

Seminar ini digelar sebagai respons strategis terhadap lanskap regulasi baru pasar modal, khususnya penerapan POJK Nomor 3 Tahun 2026 mengenai Kegiatan Usaha Perusahaan Efek (PEKU) dan POJK Nomor 5 Tahun 2026 mengenai Kegiatan Usaha Manajer Investasi (MIKU). Regulasi ini membawa transformasi signifikan dalam tata kelola, segmentasi kegiatan usaha, permodalan, serta model sinergi bisnis antar pelaku industri.

Dorong Kolaborasi Kuat Lintas Pelaku Pasar Modal

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan dari Dedy Hendrawan (Sekretaris Jenderal AMII), Prama Nugraha (Ketua Umum APEI), serta sambutan dari Umi Kulsum (Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Bursa Efek Indonesia). Selain itu, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bapak M. Maulana (Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK), turut hadir memberikan pandangan strategis terkait arah kebijakan dan pengawasan di industri pengelolaan investasi serta perantara pedagang efek.

Sebelum memasuki sesi panel, seminar menyajikan pemaparan analisis makro bertajuk "Indonesian Equities: Navigating the Reset" yang dibawakan oleh Sufianti, CFA (Equity Strategist at Bloomberg Intelligence).

Diskusi Panel: Menakar Kesiapan Industri PEKU dan MIKU

Sesi utama seminar menghadirkan diskusi panel mendalam yang dipandu langsung oleh Lily Widjaja (Direktur Eksekutif APEI) selaku moderator. Diskusi ini menghadirkan para narasumber terkemuka dari berbagai lini ekosistem pasar modal:

  • Lolita Liliana – Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII)
  • Wisnu Aditya – SVP, Head of Product & Business Strategy PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia
  • Hasbie Sukaton – Head of Retail Mutual Fund Sales PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
  • Sander Parawira – CEO PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) sekaligus Co-Chairman PAPERDO

Dalam sesi diskusi tersebut, dibahas berbagai poin krusial yang menentukan arah kesiapan industri, antara lain:

  • Kesiapan Modal dan Tata Kelola: Penyesuaian klasifikasi MIKU 1 dan MIKU 2, pemenuhan modal disetor, kenaikan batas minimum MKBD, serta penguatan kepengurusan independen dalam masa transisi.
  • Potensi Pertumbuhan dan Inovasi: Pemanfaatan ruang pertumbuhan AUM domestik melalui diversifikasi instrumen terstruktur (seperti RDPT, DIRE, DINFRA, EBA-KIK, dan ETF) serta program edukasi ritel bersama.
  • Penguatan Sinergi Distribusi dan Efisiensi: Optimalisasi peran Perusahaan Efek sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), peran dealer partisipan, kemitraan gerai dan Mitra Pemasaran PPE (MPPPE), hingga efisiensi settlement transaksi lewat integrasi infrastruktur digital seperti SRE terhubung IFUA K-Cash.

Melalui sinergi erat antara APEI dan AMII, pelaku industri diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi secara mulus terhadap kepatuhan regulasi, tetapi juga memperkuat basis investor, memperdalam pasar likuiditas, serta mewujudkan industri pasar modal Indonesia yang berdaya saing global.